Image

Pelangi di Bulan April

images

Sempat tak terlihat sepanjang mata memandang.

Sempat tak terdengar berita akan keberadaanmu.

Sempat terabaikan oleh hiruk pikuknya dunia.

Sempat sedetikpun tak pernah ada kata kita. Tidak lagi sekelebat bayangmu muncul dalam mimpi. Tidak pernah ada kata pisah yang terucap, semua mengalir mengikuti kemana angin membawanya pergi. Berjalan beriringan dengan waktu. Sungguh kenangan itu seperti menghilang ditelan bumi.

Tapi masih tersimpan dalam diam. Segala tingkahmu yang menggelitik. Wajahmu pun tetap tergambar jelas. Bahkan suara tawamu masih terngiang di telingaku.


Mengapa tak semudah yang lainnya?

Mengapa memori itu masih tetap tersimpan utuh dalam diam?

Bahkan sampai berani muncul kembali saat aku mencoba memanggilnya?


Jawabannya satu, singkat dan padat.

Cinta.

Berani apa aku menyebutnya cinta?

Usia yang belum genap seperlima abad ini masih kurang untuk jadi bahan pertimbangan.

Yang jelas, Kau adalah kumpulan-kumpulan luka yang paling aku cinta. Pembenaran dalam hidup sebagian kuterima dari kesalahan kita. Kau tak terganti. Sejauh apapun langkah itu membawamu pergi, sekeras apapun kita mencoba berhenti, akan selalu kembali. Kau selalu punya tempat khususmu sendiri. Indah dan tak lekang oleh zaman. Sampai lelah mengusik jiwa dan merasa cukup dengan masa pencarian kita. Kau akan kembali lagi. Akan ada masa dimana kembali menyebut kata “kita”. Saat dimana cinta bukan datang untuk mencoba karena langkah sudah sampai pada tujuannya, dan memilih tinggal selamanya.

Seperti hari ini, kau kembali secara tiba-tiba. Muncul dalam kegelapan malam dan menerangi mendungnya hati ini. Aku tersadar dan tak berharap banyak. Kita masih sama muda, masih sama-sama mencari. Saling berdoa agar takdir memberi celah kita bersama sampai saatnya nanti.

Terima kasih atas kedatanganmu kali ini, yang setidaknya memberi warna lagi. Kau datang disaat yang tepat, saat kegundahan itu hinggap. Saat aku dihadapkan dengan beribu masalah yang entah tiada berujung. Ketika yang lain hadir coba mengusik tempat khususmu itu, kau muncul lagi.

Terima kasih untuk kau yang berulang tahun di bulan ini, pelangi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s