Memeluk Bayangan

Memeluk Bayangan

“Lembaran kertas dan pena itu pernah menjadi saksi, dimana kita bersenda gurau dan bertukar pikiran. Sampai kusadari, itu hanya pekerjaan semu.”

Pernahkah kamu melihat kata “aku” dan “kau” berdekatan dalam kamus? Setidaknya pernahkah mereka terletak pada halaman, tidak bahkan lembar yang sama?

Itulah takdirnya. “Aku” dan “kau” meski tercipta dari elemen penyusun yang sama, tidak pernah diciptakan saling berdampingan. Tak ada sejarah “aku” dan “kau” disatukan menjadi kita.

Aku dan kau hanya sepasang awan yang diarak serabut angin untuk sekedar mengenal pertemuan. Sekedar sapa tak bermakna yang disadarkan hujan malam ini.
Kau pernah bilang ingin menjadi sahabatku. Kata-kata klise penggembira hati saat mendung hari itu. Saat kau buat aku gusar akan segala tingkah lakumu. Saat tidak ada logika yang menyertai perbuatan kita.
Sempat aku kira aku menemukannya, sahabat yang katanya siap mendengar keluh kesahku. Egois memang, aku yang mau dan hanya aku antara “aku” dan “kau”. Sahabat adalah yang peduli dengan keadaanku.

Omong kosong, itu dongeng! Di saat aku memberi selalu akan ada harapan untuk diberi. Dunia nyata lebih kejam dari ibu tiri bahkan ibukota pun bukan tandingannya. Dinginnya hotel prodeo tak sedingin hatimu. Benarkan? Bodohnya aku membuang waktu. Berbagi segalanya yang mungkin masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Sampah.

Untuk hari ini, akhirnya tersadar. Entah kerasukan apa akhirnya aku mengerti yang kau inginkan, enyah. Kenyataan benar-benar membunuh impian. Membuat aku tersadar bahwa “aku” dan “kau” hanya dua insan yang dipaksa mengenal, dituntut saling kenal dan diharuskan berkenalan.
Tapi aku tak bisa, aku terlanjur suka pada setiap kegemaranmu. Meski tak sepandai dan segenius dirimu, bisakah aku tetap berada disana tanpa bayanganmu lagi? karena sangatlah melelahkan jika tiap saat aku harus memeluk bayangan.
Setidaknya, aku harus bersikap bijak. Layaknya orang bijak, seharusnya tiap kejadian kuambil hikmahnya. “Kata sahabat tak cukup hanya diucapkan tanpa pengorbanan.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s