Curahan Cucuran Keringat

Curahan Cucuran Keringat

Teruntuk teman,

Kamu lelah, aku juga lelah.

Lantas, haruskah kita lepas tangan? Bersikap acuh tak acuh? Ideku idemu. Bukan hanya aku disini yang ambil peran. Kita satu tim, satu karya. Kepemilikan bersama. Kalo itu berhasil bukan hanya aku yang bangga, kau juga ikut bahagia.

Aku tak bermuka dua, aku pun berharap kita lah juaranya. Tapi tak ayal kau hiraukan, kita anak baru. Baru belajar baca abata, baru mulai mengerti bagaimana caranya makan, bahkan sampai detik ini pun masih disuapi. Tega kah kau melepas perjuangannya? Bimbingannya selama ini? Arahan yang ia berikan pada kita seorang? Egois.

Bersikaplah realistis, aku tahu ini proyek pertama. First impressions untuk kita berdua, yang seharusnya begitu sempurna. Tapi tak perlu kita buang akal sehat, boleh bermimpi tapi ada batasnya. Kelamaan bermimpi bisa buat gila itu benar. Mimpi itu indah, kau tak perlu membayarnya, yang susah ya merealisasikannya.

Waktu hanya sedikit, manfaatkan lag dengan sebenar-benarnya. Bukan waktunya untuk bermimpi lagi, tapi unjuk gigi secara nyata.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s