Maaf Aku Lupa,

Maaf Aku Lupa,

Aku terbiasa begini, mungkin sudah menjadi hal yang lumrah bagi dandelion kecil. Terabaikan dan terbuang. Sering tak terlihat di setiap mata memandang. Benar, aku bunga. Tapi tak seperti bunga yang kau bayangkan. Rupaku tak sempurna. Tak menawan dan tak menarik hati. Tak seperti mawar melati, yang mampu menarik hati siapapun yang melihatnya.

Aku terbiasa terkucilkan. Berkumpul dengan rumput-rumput liar diujung jurang, kalaupun di ladang pasti yang tiada bertuan. Tak seperti mawar melati, yang selalu diizinkan untuk berteman dengan bunga-bunga indah di taman tanpa pernah khawatir dengan kehidupan selanjutnya.

Tak perlu merasa kasihan. Aku tak menyedihkan seperti yang ada dibayanganmu. Aku bahagia mampu bebas berkelana. Terbang tinggi membelah langit sebrangi samudra. Berteman dengan angin yang selalu setia mengajakku keliling dunia. Menemaniku bertamasya dan menunjukkan dunia yang sesungguhnya dengan penuh kejutan sebagai pelengkapnya.

Dari awal sudah kuduga dan aku tak pernah marah. Takdirku memang hanyalah dandelion kecil, yang terbang kesana-kemari. Dirimu hanya tempat singgah sementara menunggu angin membawaku pergi. Aku sadar aku tak sempurna seperti mereka, bukan salahmu bila kau tergoda. Tapi satu hal yang kusesali, mengapa kubiarkan kau memperlakukan ku layaknya mawar merah? Sekali lagi, aku hanya dandelion kecil!

Untuk cerita selanjutnya mengenai dandelion, kunjungi Dandelion Bercerita!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s