Serpihan yang terabaikan

Serpihan yang terabaikan

Screenshot_2016-05-06-20-56-02_1462542993467

Bekasi

Rangkaian 6 huruf yang menggambarkan kota kecil pinggiran Jakarta, tempat rantauan orang-orang kampung mencari nafkah. Berbagai suku bisa kau temukan disini, buangan ibukota katanya. Mirip nusantara kecil dengan pribumi dari berbagai suku bangsa. Itulah tempat dimana aku dibesarkan, setelah terbuang dari kejamnya hiruk pikuk ibukota.
Meskipun kau terletak dipinggiran sana, kau tetap menjadi primadona kami. Buktinya Stasiun Manggarai, tepatnya peron 4 dengan tujuan akhir bekasi ini menjadi saksi bisu bahwa kau adalah idola kami. Tak sama dengan peron jurusan lainnya, peron ini tak pernah sepi pengunjung. Salut! Semakin larut, makin banyak pula sepasang kaki-kaki yang ingin menginjak tanah pinggiran ibukota ini. Harus siap betis tiap kali ingin menemuimu. Memang tak semua setujuan, bekasi. Bukan idola seutuhnya. Tapi saat sampai di Bekasi, ratusan langkah kaki selalu menemani sepasang sepatu ini selalu.

Lucunya negeriku!

Lucunya negeriku!

IMG_20160430_124000_HDR_1462059889356

Hari Sabtu, kanoy diberikan pertunjukan oleh segerombolan orang yang menurut kanoy cukup kreatif!

Lucunya, mereka mengatasnamakan SIGAB untuk meminta-minta uang. Hanya dengan mengenakan topi dan rompi bertuliskan “SIGAB” serta membawa amplop cokelat dan kertas yang ditempeli foto-foto bencana yang dilaminating, mereka memanfaatkan belas kasihan orang lain.

Yang anehnya lagi, mereka hanya menerima uang tunai. Padahal SIGAB yang sesunggunya dapat menerima sumbangan baju layak pakai.

Entah harus tertawa atau justru malu dengan tingkah laku segerombolan orang ini. Atau mungkin harusnya kanoy bangga? Karena ternyata masih ada orang indonesia yang cukup kreatif. Mereka menggunakan konsep baru untuk menarik simpati orang dengan pakaian dan perlengkapan yang mereka kenakan bak sedang pawai mereka berlenggak-lenggok di hamparan toko-toko dekat Bekasi Junction.