Sekali Saja.

Sekali Saja.

Bolehkah aku menghubungimu lagi?
Bolehkah aku tetap menyapamu seperti dulu?
Bolehkah perhatian itu ada lagi?

Hujan malam ini berbeda.
Nyanyian alam ini seketika membuatku tersadar. Inikah air mata yang selama ini terpendam entah kemana? Tertutup oleh banyak bunga plastik yang kian rimbun, tapi fiktif belaka.

Dingin kali ini berbeda.
Tidak seperti bulan-bulan sebelumnya yang tetap diselimuti kehangatanmu. Malam ini, tiada kabar yang tertiup angin. Haruskah aku terbiasa? Atau tetap bertanya dan berharap?

Hanya satu pesan yang ku tunggu dan satu pesan yang ku ingin kamu tahu. Bukan kata rindu layaknya remaja yang dimabuk cinta. Bukan juga kalimat “i love you”, yang dulu sempat ingin kukatakan. Cukup apa kabar.

Tanyakan kabarku sekali saja, bisakah?
Atau mungkin, Apa kabar?
Kalimat sederhana itu mungkin bisa jadi obat terampuh malam ini.
Satu pesan yang aku ingin kamu tahu, aku sakit.
Memang sakit yang biasa, tak separah biasanya.
Tak butuh perhatian ekstra dari seseorang yang bahkan bukan siapa-siapa.

Dari balik tirai kamar seorang yang bisa kau sebut “kakak”, yang selalu ada saat kau butuh meskipun tak terikat pertalian darah.

sekian,

Ada-ada Saja

Ada-ada Saja

PicsArt_04-23-01.26.49_1461427467560

Entah harus bilang apa lagi, thanks a lot buat tama!

Pagi ini, gue memutuskan balik ke bekasi. Setelah beberapa hari meninggalkan kota seribu mall itu. Sebenarnya kepulangan ini terpaksa karena job memanggil, profesionalism gue tertantang!

Parahnya, saat sampai stasiun pocin keretanya bermasalah. Bingung mau kemana, iseng-iseng kontak tama (re:ex).

“Tam, lu masih di makara?”

“Iya noy, what’s up? Lo balik ya?”

“Yoman, tapi bermasalah nih krlnya”

“Lo dimana emang sekarang noy?”

“Pocin tam, alone plz”

“Mau gue jemput?”

“Nope it’s ok, paling 30mnt”

“Oh yaudah, kalo perlu apa-apa bilang noy”

Hampir sejam-an lebih masih mendekam di pocin.

“Noy udah jalan?”

“Nope..”

“Gue jemput ya?”

“He.. Gausah”

“Gapapa gue otw!”

… ini anak gabut banget pasti

Oke, setelah beberapa menit hampir 30mnt dia gak ada kabar. Kena macet pikir gue, taunya bawain makanan. Debes guy! Ini lah keunggulan lo dibanding cowok lainnya tam, lo selalu tau apa yang gue butuhkan. Makanan!!!

Thank you banget, udah ngegabut nemenin gue nunggu kereta di pocin sampai ngikut ke bekasi! Terus balik lagi ke UI. Bener-bener gabut banget sih anak makara yang satu ini!

Dicariin bunda tuh pulang hey makara, sekian.

Perjalanan Hujan

Perjalanan Hujan

Setelah hujan, pelangi datang

Sempatkan diri kunjungi rumah kecil nan jauh dipelupuk mata

Tanpa tujuan, hingga akhirnya ditinggalkan

Lelah menanti kepastian yang tiada pasti

Kabut datang, gantikan keberadaannya

Berkunjung ke dalam rumah kecil yang tiada bertuan

Bertamu layaknya sang pemilik

Lantas pergi setelah cukup dengan segala perjamuannya

Hujan kembali turun tanpa tahu kapan harus berhenti

Berjuang melawan angin yang bertiup

Berusaha menghapus keberadaan sang kabut

Sampai akhirnya lelah menunggu waktu

Hingga matahari kembali bersinar lagi

Dengan cahayanya ceria menyambut tanah basah

Dengan hangatnya membunuh memori hujan

Sampai buket bunga lili layu dihiraukannya