Celoteh 30 menit

Celoteh 30 menit

Teruntuk dua-puluh-lima persen hatiku,

PicsArt_07-07-03.01.25.jpg

Tepat pukul 2 pagi ini, aku menulis lagi. Dengan tema serupa seperti biasanya, rindu tertahan untukmu. Entah sampai kapan tema ini akan berganti, aku belum bosan sama sekali. Rutinitas ku masih seputar dirimu. Entah apapun itu pasti tak jauh-jauh darimu. Semuanya benar-benar tentang kamu, dua-puluh-lima persen hatiku.

Jujur sampai saat ini aku menanti hadirmu dengan setengah cemas dan setengah bahagia. Aku cemas jikalau kamu hadir dengan perangai yang berbeda. Tapi aku bahagia setidaknya tenggang waktu ku menunggu mu segera berakhir, sehingga tanpa sengaja senyum bodoh itu terukir di wajahku.

Inilah resiko mencintai dalam diam. Dikala rindu tak mampu ku sampaikan. Dikala kesal hanya mampu ku pendam. Dikala sakit harus ku tanggung sendiri. Itulah konsekuensi nya dan aku harus terbiasa. Menerima segalanya dengan hati yang ikhlas.

“Jika tak sanggup, maka ungkapkan saja!”