Image

Sepatah Kata untuk Pelangi

Hai Pelangi!

Screenshot_2016-04-19-15-26-38_1461054436846
19 April 2016

Angin bulan April telah menerpa wajahku. Seketika ia menyadarkan langkahku dengan berbagai pertanyaan,

Apa yang aku lakukan?”

“Masih sama kah perasaanku padamu?”

“Akankah kegagalan itu terulang kembali ?”

Semuanya telah berubah. Genggaman tangannya pun kini tak lagi sama, tak ada hangat yang kurasakan. Akhirnya aku sadari, sudah saatnya aku belajar merelakan. Sulit sudah pasti, ada sedih yang menyertai, ada pula luka yang menyayat hati, tapi ada lega yang tersirat.

Cinta adalah perjuangan dari penyatuan tujuan dua insan manusia. Ketika salah satunya tak lagi merasa sejalan. Saat itulah cinta harus dilepaskan.

Inilah hari terakhirku mencintaimu, pelangi. Mulai besok aku berbeda, kau tak akan pernah melihatku seperti hari kemarin. Tiada lagi tulisan yang kutujukan padamu karena ada yang telah kulupakan, ada pula hati yang telah didamaikan.

Image

Pelangi di Bulan April

images

Sempat tak terlihat sepanjang mata memandang.

Sempat tak terdengar berita akan keberadaanmu.

Sempat terabaikan oleh hiruk pikuknya dunia.

Sempat sedetikpun tak pernah ada kata kita. Tidak lagi sekelebat bayangmu muncul dalam mimpi. Tidak pernah ada kata pisah yang terucap, semua mengalir mengikuti kemana angin membawanya pergi. Berjalan beriringan dengan waktu. Sungguh kenangan itu seperti menghilang ditelan bumi.

Tapi masih tersimpan dalam diam. Segala tingkahmu yang menggelitik. Wajahmu pun tetap tergambar jelas. Bahkan suara tawamu masih terngiang di telingaku.


Mengapa tak semudah yang lainnya?

Mengapa memori itu masih tetap tersimpan utuh dalam diam?

Bahkan sampai berani muncul kembali saat aku mencoba memanggilnya?


Jawabannya satu, singkat dan padat.

Cinta.

Berani apa aku menyebutnya cinta?

Usia yang belum genap seperlima abad ini masih kurang untuk jadi bahan pertimbangan.

Yang jelas, Kau adalah kumpulan-kumpulan luka yang paling aku cinta. Pembenaran dalam hidup sebagian kuterima dari kesalahan kita. Kau tak terganti. Sejauh apapun langkah itu membawamu pergi, sekeras apapun kita mencoba berhenti, akan selalu kembali. Kau selalu punya tempat khususmu sendiri. Indah dan tak lekang oleh zaman. Sampai lelah mengusik jiwa dan merasa cukup dengan masa pencarian kita. Kau akan kembali lagi. Akan ada masa dimana kembali menyebut kata “kita”. Saat dimana cinta bukan datang untuk mencoba karena langkah sudah sampai pada tujuannya, dan memilih tinggal selamanya.

Seperti hari ini, kau kembali secara tiba-tiba. Muncul dalam kegelapan malam dan menerangi mendungnya hati ini. Aku tersadar dan tak berharap banyak. Kita masih sama muda, masih sama-sama mencari. Saling berdoa agar takdir memberi celah kita bersama sampai saatnya nanti.

Terima kasih atas kedatanganmu kali ini, yang setidaknya memberi warna lagi. Kau datang disaat yang tepat, saat kegundahan itu hinggap. Saat aku dihadapkan dengan beribu masalah yang entah tiada berujung. Ketika yang lain hadir coba mengusik tempat khususmu itu, kau muncul lagi.

Terima kasih untuk kau yang berulang tahun di bulan ini, pelangi.